Monday, September 3, 2012

Mengukur Posisi Kekayaan Dalam Skala Dunia

Salam Fazword,
Untuk memulai, berikut saya tampilkan daftar sepuluh manusia terkaya se-jagad tahun 2012 seperti dilansir majalah forbes.
1. Carlos Slim Beru (US$ 69 miliar)
2. Bill Gates (US$ 61 miliar)
3. Warren Buffet (US$ 44 miliar)
4. Bernard Arnault 
5. Armancio Ortega (US$ 37,5 miliar)
6. Larry Elison (US$ 36 miliar)
7. Eike Batista (US$ 30 miliar)
8. Stefan Perrson (US$ 26 miliar)
9. Li Ka Shing (US$ 25,5 miliar)
10. Karl Albrecht (US$ 25,4 miliar)



Bagi sebagian orang, daftar kekayaan di atas membuatnya termotivasi untuk berusaha mengejar kekayaan seperti orang-orang di atas. Namun, sebagian lagi malah menjadi tidak bersyukur, putus asa dengan kekayaan yang telah dimiliki saat ini. Mereka merasa "kalah" dan gagal, akibatnya kurang bersyukur atas yang dimiliki sekarang.
Bagi Anda yang termasuk golongan kedua disebutkan di atas, jangan berkecil hati, justru Anda harus bersyukur diberikan apa yang dimiliki saat ini. Kesuksesan tidak selalu diukur berdasarkan harta, masih banyak indikator lain kesuksesan yang initinya adalah bahagia memiliki sesuatu.

Anda juga bisa mengukur posisi kekayaan Anda dalam skala global. Bagaimana caranya?
Cukup dengan menginputkan kekayaan Anda dalam setahun (konversi ke US$) pada aplikasi website berikut:

Setelah memasukkan kekayaan, Anda akan ditampilkan posisi Anda, termasuk berapa persen kekayaan duniakah Anda, berapa orang yang lebih kaya dibanding Anda, dan berapa orang yang lebih kekurangan dibanding Anda. Semua ini agar kita lebih mensyukuri dimiliki saat ini. 


Selamat mencoba dan ketahui posisi Anda.




Sumber gambar:
2. http://antondewantoro.files.wordpress.com/2010/05/wealth1_small.jpg

Sunday, July 29, 2012

Pengalaman Tak Terlupakan Penerbangan Komersial Indonesia - Lion Air LOP - CGK

Bismillah

Jarak antara rumah saya dengan tempat kuliah memang sangat jauh, bahkan sangat sangat jauh, yaitu rumah saya di Lombok sedangkan kampus berada di Bandung. Untuk bepergian bolak - balik yang biasanya ketika liburan selalu saya lakukan dengan menggunakan moda transportasi udara, pesawat terbang. Sejak pertama kali saya naik pesawat, saya memang selalu setia terbang dengan maskapai Lion Air. Selain tarif yang relatif lebih murah dari yang lain, juga karena selama ini saya merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan, di luar banyak orang yang mengatakan service Lion Air sering menyusahkan penumpang, tapi alhamdulillah saya selama ini tidak pernah mendapatkan kesusahan seperti itu. Terhitung saya sudah bepergian naik pesawat sebanyak enam kali. Yang ingin saya ceritakan di sini adalah penerbangan saya yang ke-enam bersama Lion Air yaitu pada saat saya harus kembali ke Bandung selepas libur semester ganjil 2011/2012, tepatnya pada hari Minggu, 19 Februari 2012. Bisa saya katakan penerbangan tersebut merupakan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan karena suatu hal telah terjadi. Berikut ceritanya:
Lion Air Boeing 737-900 ER

Pada saat itu, saya mengambil penerbangan pagi Lion Air Lombok (LOP) - Jakarta (CGK) dengan Boeing 737-900 ER, karena memang tidak ada direct flight Lombok - Bandung. Sebagai tambahan informasi penerbangan ini merupakan penerbangan pertama yang berangkat dari Bandara Internasional Lombok (BIL) pada waktu itu. Saya dan penumpang lainnya boarding pukul 06.00 WITA dan pesawat lepas landas sekitar pukul 06.15 WITA dari BIL. 
Dari Apron BIL
Pemandangan pertama yang saya dapatkan ketika memasuki pesawat adalah banyak penumpang ibu - ibu dan anak - anak serta balita di sekitar tempat duduk saya, kebetulan saya dapatkan tempat duduk di deretan belakang karena agak terlambat check-in . Namun ada yang aneh saat itu, ketika pesawat mulai bergerak meninggalkan apron dan heading to Run-Away ada seorang bayi yang dipangku ibunya duduk dua deret di sebelah kanan depan saya mulai menangis, seketika itu pula perasaan saya mulai tidak karuan dan agak resah. Do'a terus dipanjatkan dan mencoba meneguhkan hati dengan bismillah.
Setelah pesawat lepas landas dan mulai mencari ketinggian semestinya, bayi tersebut berhenti menangis dan saya melihatnya telah tertidur dan alhamdulillah saya sedikit tenang. Cuaca di atas langit Lombok - Bali saat itu cerah dan menggembirakan, meskipun sebetulnya ketika saya berjalan di apron bandara tadi terlihat mendung dan agak gelap. Pesawat terus melaju dengan normal dan biasa saja sampai akhirnya terdengar suara dari Pramugari menggunakan phone dalam pesawat menghimbau seluruh penumpang untuk kembali ke tempat duduk dan mengencangkan sabuk pengaman karena keadaan cuaca di depan tidak terlalu bersahabat. Waktu itu saya prediksi kita sedang mengudara di atas Jawa Timur - Jawa Tengah. Hal aneh terjadi kembali, bayi tersebut kembali menangis dan tidak bisa ditenangkan oleh siapapun dalam pesawat, saya kembali resah dan terus berdo'a. Tepat sekitar 5 menitan setelah pengumuman tersebut dan bayi menangis, hal yang tidak diinginkan terjadi, pesawat mengalami turbulensi hebat dan kuat yang seketika itu pula membuat pesawat tersebut terasa terhempas ke atas, saya sempet mendengar suara Kapten Pilot agak kaget melalui pengeras suara. Penumpang yang baru saja mau kembali dari toilet terjatuh di ruang pesawat dan merungkuk. Sesaat kemudian, pesawat seperti terjun bebas dengan sangat cepat yang terasa sebanyak tiga kali, Allahuakbar, Allahuakbar.. tangisan dan do'a terdengar, penumpang perempuan dan anak-anak menangis histeris, Bapak-Bapak yang duduk di sebelah saya mulai berdo'a dan dzikir terus terdengar, saya tidak bisa lagi menyembunyikan ketakutan dan kepasrahan, terus berdo'a dan memikirkan bagaimana nasib kami nantinya. Namun, alhamdulillah Allah masih menghendaki kami untuk selamat dari maut, Pilot kembali berhasil mengendalikan pesawat dan naik kembali ke ketinggian sebenarnya meskipun pesawat agak goyang karena tebalnya awan. Do'a dan teriakan takbir terus berkumandang diiringi tangisan penumpang lainnya memikirkan nasib kami. Hal ini terus dilakukan hingga mendarat. Sungguh Allah maha kuasa atas segala-galanya. Allahuakbar!!

Dan anehnya lagi, setelah kejadian tersebut, bayi yang membawa petunjuk tersebut berhenti menangis dan tertidur pulas sampai mendarat dengan selamat di Soekarno Hatta Airport. Momen sebelum mendarat kembali membuat suasana dalam pesawat tegang karena cuaca buruk menyambut kami ketika memasuki udara Tangerang, hujan cukup lebat dan awan tebal mengiringi proses mendarat pesawat kami. Kejadian turbulensi hebat tadi nampaknya mempengaruhi sebagian besar penumpang sehingga kembali menangis dan resah. Saya sendiri terbawa suasana dan ikut tegang dan resah, udara terasa sangat dingin dan gelap di luar. Proses mendarat sendiri berjalan normal sesuai prosedur, namun seperti yang saya tuliskan tadi bahwa sebagian penumpang masih terbawa suasana turbulensi hebat (trauma) sehingga membuat kembali terdengarnya tangisan. 

Allahuakbar!! pendaratan berjalan normal dan selamat sampai di apron Soetta hingga pesawat berhenti pada tempatnya. Suksesnya pendaratan membuat kami semua meneriakkan syukur atas Allah SWT dan takbir bersama atas lindungan-Nya. Bayi tadi masih saja tertidur, orang-orang kemudian menciumi bayi tersebut dan memeluknya, seorang Bapak-Bapak berkata pada sang Ibu: "Jaga anakmu baik - baik, dia tadi sudah memberikan kita petunjuk." Ibu bayi tersebut menangis haru memeluk bayinya.
Apron Soekarno-Hatta Airport for Lion Air
Saya sendiri lebih mem-point-kan satu hal, yaitu bahwa saya harus sangat mengapresiasi dan standing applause untuk pilot Lion Air saat itu yang berhasil kembali mengendalikan pesawat dengan tepat. Kita tidak pernah tahu kondisi alam seperti apa yang menanti kita ketika dalam penerbangan, dan contohnya adalah yang saya alami ini. Namun, alhamdulillah Allah menganugerahkan kepada pilot tersebut kemampuan untuk mengendalikan pesawatnya dengan benar. Sekali lagi, alhamdulillah.
Pengalaman yang menegangkan, namun sebaiknya dijadikan pelajaran bagi kita semua. Semua hanya milik Allah SWT.
Lion Air Logo
Sekian cerita saya dari berbagai pengalaman terbang yang saya dapatkan. Yang satu ini memang sangat berkesan dan tidak akan saya lupakan, meskipun sebenarnya bagi sebagian besar orang hal ini sangat menakutkan dan bisa membuat trauma. Bagi saya, Allah tahu yang terbaik untuk semua umat-Nya.

Terima Kasih







NB: Jika ada kesalahan, mohon bantu saya memperbaikinya dengan memberikan keterangan yang benar di comment box agar tidak ada pihak yang dirugikan. Karena tulisan ini semata-mata untuk membagi pengalaman agar dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua. Semua isi tulisan ini bersumber dari pengalaman pribadi saya, dan tidak ada yang dibuat-buat.


Sumber gambar:
Lion Air Boeing 737-900 ER: Sumber
Apron BIL: http://www.bumn.go.id/angkasapura1/files/2011/10/BIL-6.jpg
Apron Soekarno-Hatta Airport for Lion Air: Sumber
Lion Air Logo: http://www.akarpadi.com/wp-content/uploads/2008/10/logo_lion.jpg


Want More Fun? Follow me on Twitter: @Fazword

Sunday, June 24, 2012

Impian Hunian Ideal Fazword

Bismillah
Langsung saja, di penghujung semester 2 ini kang Fazword punya cerita yang akan saya bagi ke teman-teman semuanya. Cerita ini lebih kepada curhat tentang impian yang belum dicapai sampai sekarang ini. 
Yang namanya impian, tentu saja berkaitan dengan masa depan, apa yang kita inginkan di masa depan itulah impian. Saya yakin teman-teman punya Rencana Masa Depan masing-masing. Itu pasti.
Impian Kang Fazword ini berkaitan dengan keinginan memiliki Hunian yang ideal di masa depan, nanti ketika kita telah memiliki kehidupan di masa depan, tentu tidak akan lengkap rasanya jika tidak memiliki hunian yang ideal. Hunian yang ideal bukan berarti rumah mewah dan besar, akan tetapi yang mampu memberikan kebahagiaan lahir batin bagi penghuninya. Saya memang masih seorang mahasiswa, namun dari sekarang memang sudah harus memiliki keinginan tersebut.
Untuk memperoleh hunian ideal tersebut, saya sudah membaca sebuah buku bahwa salah satu kuncinya adalah kesuksesan mengelola Finansial sejak muda, atau bisa juga disebut Kebebasan Finansial sehingga nanti mudah mendapatkan impian-impian kita, termasuk ingin hunian ideal seperti ini. Apabila sejak muda sudah terampil mengelola keuangan, maka bisa dikatakan saat dewasa nanti sudah mapan dalam mengelola keuangan yang artinya mudah memiliki hunian yang ideal. Pengelolaan finansial sendiri perlu ditunjang dengan adanya Layanan Perbankan yang baik yang dapat menjamin seseorang, termasuk saya untuk menyimpan dan mengelola uang saya di bank. Kriteria Layanan Perbankan yang dimaksud  antara lain memberikan Kemudahan Transaksi bagi nasabahnya, menyediakan Solusi Perbankan yang menunjang, menawarkan Produk Keuangan yang menunjang keberhasilan finansial bank dan nasabah, mampu menjamin kelangsungan bank tersebut sendiri, dalam artian tidak ada potensi mengalami failed selama kelangsungannya, dan lain-lain. 
Saya sebagai mahasiswa sangat membutuhkan kriteria-kriteria tersebut, khususnya untuk mengelola uang bulanan saya sekaligus untuk menabung agar bisa sukses mengelola keuangan sejak muda ini. Beberapa lembaga perbankan di Indonesia telah memiliki kriteria-kriteria seperti yang saya sebutkan di atas, salah satu di antaranya adalah Bank BCA. Bank BCA telah meluncurkan beberapa layanan untuk menjamin keberhasilan pengelolaan finansial nasabahnya. Dengan layanan - layanan yang sangat mendukung jiwa muda untuk mudah mengelola keuangan, saya sangat nyaman menjadi nasabah bank BCA. Bank BCA kini akan segera meluncurkan website barunya yaitu: http://www.bca.co.id/ sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan Bank BCA terhadap nasabahnya. 
Jika telah sukses mengelola keuangan sejak muda, dan dengan menerapkan tiga rumus berikut:
1. Decide => Discipline => Desire
2. Usaha => Do'a => Tawakkal
3. Tentukan => Deklarasikan => Visualisasikan => Realisasikan
Saya optimis insya Allah impian saya dan teman-teman semua akan terapai. Aamiin. 

Wassalam.