Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Wednesday, April 17, 2013

Memaknai Skenario Allah: Mengejar Beasiswa Kunjungan Industri Politeknik Telkom

Salam Fazword
Setiap Kejadian Dalam Hidup Memiliki Makna

Pic credit: http://penulis165.esq-news.com

Dalam tulisan pendek kali ini, izinkan Saya berbagi cerita nyata yang saya alami. Luar biasa! Ini tentang bagaimana memaknai skenario Allah dan menjalaninya dengan penuh ketakwaan. Dalam sebuah masa perjuangan, biasanya anak manusia diberikan cobaan oleh Allah, yang mana cobaan tersebut merupakan proses pematangan dan pendekatan diri seorang hamba kepada Allah. Semoga menginspirasi kita semua.

Beberapa pepatah di antaranya  Habis Gelap, Terbitlah Terang; Di balik setiap cobaan, ada kebahagiaan yang mengikuti; Allah selalu memiliki rencana terbaik bagi tiap hambaNya; Setiap Kejadian Dalam Hidup Memiliki Makna. Alhamdulillah, pepatah-pepatah tersebut memang benar adanya, setidaknya saya merasakannya. Alhamdulillah, salah satu resolusi besar saya di masa kuliah ini telah tercapai. Beasiswa Kunjungan Industri ke Luar Negeri Politeknik Telkom 2013. 

Sunday, February 3, 2013

Catatan Hidup: Surabaya ke Pare Menapak Tilas Memori

February 3rd 2013

Salam Fazword
"Setiap Kejadian dalam Hidup Memiliki Makna"
Melanjutkan cerita sebelumnya, Cerita Hidup, Bandung ke Surabaya Hampir Batal Konyol yang diakhiri ketika saya nebeng di kosan teman di Surabaya. 

Hari ini adalah H+1 saya meninggalkan Bandung, tepatnya Rabu, 9 Januari 2013. Janji saya hari itu bahwa saya harus ke tempat di mana saya akan bertemu dengan saudara-saudara saya yang luar biasa. Perjalanan  dimulai pukul 8 pagi ketika berpamitan ke teman saya yang mengantar sampai ke jalan utama untuk mencari angkot (baca: Lyn). Sekali lagi, terima kasih agan Faris Maulana atas tampungannya hehe.. Tujuan waktu itu adalah terminal Bungurasih, Surabaya. Malam sebelumnya, saya sudah mencari informasi tentang bagaimana saya dapat mencapai terminal Bungurasih dari kampus ITS Sukolilo. Alhamdulillah, media social Surabaya, Twitter @infosurabaya sangat membantu waktu itu, Big Thanks rek! Membantu saya bertanya kepada arek-arek Suroboyo yang sangat antusias menjawab pertanyaan saya malam itu. Matur sembah suwun arek Suroboyo.

Saturday, February 2, 2013

Catatan Hidup: Bandung ke Surabaya Hampir Batal Konyol

2nd February 2013
Salam Fazword

"Setiap Kejadian dalam Hidup Memiliki Makna"

Kesempatan kali ini, saya akan berbagi cerita perjalanan saya yang di akhir kisahnya nanti, saya telah bertemu dengan saudara-saudara saya yang luar biasa di suatu tempat yang penuh memori untuk dikenang.

Ilustrasi perjalanan | image by: http://liasutandio.files.wordpress.com
Perjalanan ini adalah ketika saya memiliki flight schedule Bandung - Surabaya bersama maskapai AirAsia Indonesia. Waktu itu, Selasa, 8 Januari 2013 dijadwalkan saya akan depart pada pukul 08.15 WIB dan arrive di Surabaya pukul 09.30 WIB. Tentu saja hal ini mengharuskan saya tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, yang idealnya adalah pukul 7 pagi. Jarak tempuh kosan dengan bandara +- 1 jam ++ (macet, traffic light). Saya berharap perjalanan ini lancar dan sesuai rencana. Akan tetapi, kehendak Allah lebih kuasa tentunya, dan memberikan saya perjalanan yang hampir batal konyol. Kenapa?

Mari kita rewind momen sehari sebelumnya.

Sunday, July 29, 2012

Pengalaman Tak Terlupakan Penerbangan Komersial Indonesia - Lion Air LOP - CGK

Bismillah

Jarak antara rumah saya dengan tempat kuliah memang sangat jauh, bahkan sangat sangat jauh, yaitu rumah saya di Lombok sedangkan kampus berada di Bandung. Untuk bepergian bolak - balik yang biasanya ketika liburan selalu saya lakukan dengan menggunakan moda transportasi udara, pesawat terbang. Sejak pertama kali saya naik pesawat, saya memang selalu setia terbang dengan maskapai Lion Air. Selain tarif yang relatif lebih murah dari yang lain, juga karena selama ini saya merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan, di luar banyak orang yang mengatakan service Lion Air sering menyusahkan penumpang, tapi alhamdulillah saya selama ini tidak pernah mendapatkan kesusahan seperti itu. Terhitung saya sudah bepergian naik pesawat sebanyak enam kali. Yang ingin saya ceritakan di sini adalah penerbangan saya yang ke-enam bersama Lion Air yaitu pada saat saya harus kembali ke Bandung selepas libur semester ganjil 2011/2012, tepatnya pada hari Minggu, 19 Februari 2012. Bisa saya katakan penerbangan tersebut merupakan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan karena suatu hal telah terjadi. Berikut ceritanya:
Lion Air Boeing 737-900 ER

Pada saat itu, saya mengambil penerbangan pagi Lion Air Lombok (LOP) - Jakarta (CGK) dengan Boeing 737-900 ER, karena memang tidak ada direct flight Lombok - Bandung. Sebagai tambahan informasi penerbangan ini merupakan penerbangan pertama yang berangkat dari Bandara Internasional Lombok (BIL) pada waktu itu. Saya dan penumpang lainnya boarding pukul 06.00 WITA dan pesawat lepas landas sekitar pukul 06.15 WITA dari BIL. 
Dari Apron BIL
Pemandangan pertama yang saya dapatkan ketika memasuki pesawat adalah banyak penumpang ibu - ibu dan anak - anak serta balita di sekitar tempat duduk saya, kebetulan saya dapatkan tempat duduk di deretan belakang karena agak terlambat check-in . Namun ada yang aneh saat itu, ketika pesawat mulai bergerak meninggalkan apron dan heading to Run-Away ada seorang bayi yang dipangku ibunya duduk dua deret di sebelah kanan depan saya mulai menangis, seketika itu pula perasaan saya mulai tidak karuan dan agak resah. Do'a terus dipanjatkan dan mencoba meneguhkan hati dengan bismillah.
Setelah pesawat lepas landas dan mulai mencari ketinggian semestinya, bayi tersebut berhenti menangis dan saya melihatnya telah tertidur dan alhamdulillah saya sedikit tenang. Cuaca di atas langit Lombok - Bali saat itu cerah dan menggembirakan, meskipun sebetulnya ketika saya berjalan di apron bandara tadi terlihat mendung dan agak gelap. Pesawat terus melaju dengan normal dan biasa saja sampai akhirnya terdengar suara dari Pramugari menggunakan phone dalam pesawat menghimbau seluruh penumpang untuk kembali ke tempat duduk dan mengencangkan sabuk pengaman karena keadaan cuaca di depan tidak terlalu bersahabat. Waktu itu saya prediksi kita sedang mengudara di atas Jawa Timur - Jawa Tengah. Hal aneh terjadi kembali, bayi tersebut kembali menangis dan tidak bisa ditenangkan oleh siapapun dalam pesawat, saya kembali resah dan terus berdo'a. Tepat sekitar 5 menitan setelah pengumuman tersebut dan bayi menangis, hal yang tidak diinginkan terjadi, pesawat mengalami turbulensi hebat dan kuat yang seketika itu pula membuat pesawat tersebut terasa terhempas ke atas, saya sempet mendengar suara Kapten Pilot agak kaget melalui pengeras suara. Penumpang yang baru saja mau kembali dari toilet terjatuh di ruang pesawat dan merungkuk. Sesaat kemudian, pesawat seperti terjun bebas dengan sangat cepat yang terasa sebanyak tiga kali, Allahuakbar, Allahuakbar.. tangisan dan do'a terdengar, penumpang perempuan dan anak-anak menangis histeris, Bapak-Bapak yang duduk di sebelah saya mulai berdo'a dan dzikir terus terdengar, saya tidak bisa lagi menyembunyikan ketakutan dan kepasrahan, terus berdo'a dan memikirkan bagaimana nasib kami nantinya. Namun, alhamdulillah Allah masih menghendaki kami untuk selamat dari maut, Pilot kembali berhasil mengendalikan pesawat dan naik kembali ke ketinggian sebenarnya meskipun pesawat agak goyang karena tebalnya awan. Do'a dan teriakan takbir terus berkumandang diiringi tangisan penumpang lainnya memikirkan nasib kami. Hal ini terus dilakukan hingga mendarat. Sungguh Allah maha kuasa atas segala-galanya. Allahuakbar!!

Dan anehnya lagi, setelah kejadian tersebut, bayi yang membawa petunjuk tersebut berhenti menangis dan tertidur pulas sampai mendarat dengan selamat di Soekarno Hatta Airport. Momen sebelum mendarat kembali membuat suasana dalam pesawat tegang karena cuaca buruk menyambut kami ketika memasuki udara Tangerang, hujan cukup lebat dan awan tebal mengiringi proses mendarat pesawat kami. Kejadian turbulensi hebat tadi nampaknya mempengaruhi sebagian besar penumpang sehingga kembali menangis dan resah. Saya sendiri terbawa suasana dan ikut tegang dan resah, udara terasa sangat dingin dan gelap di luar. Proses mendarat sendiri berjalan normal sesuai prosedur, namun seperti yang saya tuliskan tadi bahwa sebagian penumpang masih terbawa suasana turbulensi hebat (trauma) sehingga membuat kembali terdengarnya tangisan. 

Allahuakbar!! pendaratan berjalan normal dan selamat sampai di apron Soetta hingga pesawat berhenti pada tempatnya. Suksesnya pendaratan membuat kami semua meneriakkan syukur atas Allah SWT dan takbir bersama atas lindungan-Nya. Bayi tadi masih saja tertidur, orang-orang kemudian menciumi bayi tersebut dan memeluknya, seorang Bapak-Bapak berkata pada sang Ibu: "Jaga anakmu baik - baik, dia tadi sudah memberikan kita petunjuk." Ibu bayi tersebut menangis haru memeluk bayinya.
Apron Soekarno-Hatta Airport for Lion Air
Saya sendiri lebih mem-point-kan satu hal, yaitu bahwa saya harus sangat mengapresiasi dan standing applause untuk pilot Lion Air saat itu yang berhasil kembali mengendalikan pesawat dengan tepat. Kita tidak pernah tahu kondisi alam seperti apa yang menanti kita ketika dalam penerbangan, dan contohnya adalah yang saya alami ini. Namun, alhamdulillah Allah menganugerahkan kepada pilot tersebut kemampuan untuk mengendalikan pesawatnya dengan benar. Sekali lagi, alhamdulillah.
Pengalaman yang menegangkan, namun sebaiknya dijadikan pelajaran bagi kita semua. Semua hanya milik Allah SWT.
Lion Air Logo
Sekian cerita saya dari berbagai pengalaman terbang yang saya dapatkan. Yang satu ini memang sangat berkesan dan tidak akan saya lupakan, meskipun sebenarnya bagi sebagian besar orang hal ini sangat menakutkan dan bisa membuat trauma. Bagi saya, Allah tahu yang terbaik untuk semua umat-Nya.

Terima Kasih







NB: Jika ada kesalahan, mohon bantu saya memperbaikinya dengan memberikan keterangan yang benar di comment box agar tidak ada pihak yang dirugikan. Karena tulisan ini semata-mata untuk membagi pengalaman agar dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua. Semua isi tulisan ini bersumber dari pengalaman pribadi saya, dan tidak ada yang dibuat-buat.


Sumber gambar:
Lion Air Boeing 737-900 ER: Sumber
Apron BIL: http://www.bumn.go.id/angkasapura1/files/2011/10/BIL-6.jpg
Apron Soekarno-Hatta Airport for Lion Air: Sumber
Lion Air Logo: http://www.akarpadi.com/wp-content/uploads/2008/10/logo_lion.jpg


Want More Fun? Follow me on Twitter: @Fazword

Wednesday, January 4, 2012

Motivasi: A True Story About a Man Sacrifice


A True Story About a Man Sacrifice..

Kembali ke zaman Britania Raya di India

Kisah nyata ini terjadi di Jembatan Pamban yang terletak di Tamil Nadu, India. Ketika Anda akan memasuki jembatan, Anda akan disambut sebuah gambar seorang Weeping Man yang sedang memegang beberapa bagian tubuh manusia dekat dadanya.
Jembatan ini dibangun selama pemerintahan Britania di India. Jembatan ini memikiki titik pusat di tengah yang dapat diangkat untuk kepentingan kapal yang akan lewat di bawahnya. Jembatan ini juga berfungsi sebagai rel kereta api.
Seorang laki-laki setengah baya bekerja di sana sebagai penjaga pintu jembatan. Ia lah yang mengatur jembatan apabila ada kapal maupun kereta api yang akan lewat.Ia mengatur pertukaran kegunaan jembatan dengan memutar roda yang sangat berat naik dan turun ketika ada kapal yang lewat.

Suatu ketika, ia melihat sebuah kereta api mendekat ke jembatan. Waktu itu ia sedang mengangkat pusat jembatan karena ada sebuah kapal yang tiba-tiba lewat. Seketika kapal lewat, dengan cepat pula ia berusaha sekuat tenaga untuk menurunkan kembali pusat jembatan agar tersambung sehingga kereta api akan mampu berjalan lancar. Namun segitu beratnya roda tersebut, iapun agak kesulitan melakukannya. Namun jika ia menyerah, maka nyawa ratusan penumpang kereta api dalam bahaya.
Waktu itu, anaknya yang baru berusia 9 tahun datang menengokinya dan membawa makanan siang untuknya.Melihat ayahnya yang tengah berjuang dengan roda, ia langsung menaruh makanan tersebut lalu mencoba membantu ayahnya. Namun naas baginya, jari kakinya tertangkap oleh mesin yang sedang berputar dan mulai menangis. Ayahnya tidak dapat berbuat apa-apa, jika ia akan membantu anaknya maka jembatan tidak akan kembali ke tempatnya tepat waktu, seketika itulah ia terus berjuang mendorong roda berat itu agar jembatan kemnbali. Lama kelamaan, anaknya telah menyelinap masuk tertelan ke dalam lubang mesin. Ketika itulah air mata sang ayah terus mengalir. Ia hanya bisa meratapi nasibnya, jika ia melepaskan roda tersebut, nyawa ratusan orang penumpang kereta akan melayang.Sampai akhirnya seluruh tubuh anaknya telah tertelan mesin. Ia hanya bisa menangis ditemani mengalirnya air mata dan keringat perjuangannya sambil mendengar suara tulang belulang lepas melanggar satu persatu, kepala retak dan pecah di dalam mesin.
Setelah itu, kereta lewat mulus melewati jembatan. Tak ada yang tahu apa yang telah terjadi sebelumnya di sana. 
Meskipun orang ini telah melakukan tugasnya dengan amanah dan penuh jujur, namun ia telah kehilangan cinta anaknya tercinta. Dengan berlinang air mata dan tatapan miris, sang ayah mengambil beberapa bagian tubuh anaknya yang telah hancur lalu memegangnya penuh tangisan di dekat dadanya. 
Untuk menghormati perjuangan dan pengorbanan orang ini, pemerintah Britania memasang gambar seorang ayah yang sedang memegang beberapa bagian tubuh di dekat dadanya.

Sekian


Ya, begitulah sahabat. Kejujuran itu memang terkadang harus dalam kondisi yang extra sulit. Namun, sikap amanah dan jujur itu tetap harus dijunjung. Ingatkah sahabat tentang kisah Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail?
Ketika itu, Nabi Ibrahim diberikan kondisi yang sangat sulit, namun ia tetap melaksanakan perintah Allah itu sebagai bentuk keimanannya yang teguh, sikap jujur dan amanahnya yang terus dijunjung.
Begitu juga dengan Bapak penjaga jembatan dalam kisah di atas. Amanah yang diberikan untuk menjaga keselamatan ratusan bahkan ribuan jiwa tetap ia laksanakan. Pekerjaan yang sangat mulia dibarengi sikap amanah dan kejujuran yang sangat teguh, meskipun akhirnya ia harus merelakan sang anak tercinta tertelan mesin jembatan yang beringas.

Subhanallah...

Semoga kita semua dapat mengambil makna dan pelajaran dari kisah di atas. Hidup berubah menuju lebih baik. Kita tekadkan dan bentangkan sebuah bendera resolusi kebaikan mulai awal tahun ini untuk kebaikan sepanjang tahun.

Terima Kasih






Monday, November 7, 2011

Cobaan Untuk Kita Renungkan

Cobaan pasti datang, tidak ada seorang pun yang tidak pernah menghadapi yang namanya cobaan, entah ringan maupun berat, entah mampu dilewati maupun tidak, semua itu telah ditetapkan oleh Allah, sang Maha Kuasa.
Entah disadari atau tidak, cobaan itu sedang mengintip kita dan membayangi kita dimanapun kita berpijak.

Sekarang ini, cobaan berat sedang membebani seorang remaja sahabat blogger, betapa beratnya, cobaan terberat dalam perjalanan panjang yang baru saja dimulai, perjalanan menuju kedewasaan hidup.
Inilah teguran, kritikan yang begitu tajam namun memang berhak dibebankan kepadanya, betapa tidak, cobaan ini terjadi ketika seorang remaja baru saja melangkahkan kaki dari garis start perjalanan panjang hidup mandiri.Banyak hal yang sebetulnya telah ia lewati, namun tanpa disadari telah benyak berbuat dosa.

Begitu berat beban dirasakan, namun semua itu takkan mematahkan motivasi dan semangatnya untuk melihat dan melewati garis finish kedewasaan dalam sukses. Semua itu adalah impian, tak boleh dibatalkan, keluar dari lintasan perjalanan sama saja bunuh diri, jangan sampai terjadi.

Di tengah semangat yang mulai berpercik apinya, air hujan cobaan membasuh segala, tanpa mampu dibendung, ditolak tiada daya, hanya mampu melihatnya mulai padam, abu terbawa aliran air cobaan, hmmm...

Namun,
namun,
semua itu nothing buat seorang sepertinya, hal seperti itu tidak terlalu sakti untuk menggoyahkan tekadnya, tekad yang telah tertancap dalam-dalam di hatinya,
justru hal seperti itu telah menjadi minyak tana yang dapat semakin membarakan api semangatnya, menggelora,
sungguh edan jika boleh dibilang, dia
dia harus bisa dan akan bisa...