Wednesday, February 15, 2012

Hitung Harga Website Anda

Jika punya blog ataupun website yang sudah memiliki rating dan ranking bagus, seseorang biasanya mulai berpikir untuk membisniskannya. Entah itu dengan program Ads ataupun menjual website tersebut.
Tahukah Anda kalo website tokobagus.com yang sebelumnya milik orang Indonesia sekarang sudah dimiliki orang Belanda? Nah itu dia, website tersebut telah dijual. Tentunya dengan harga yang menggiurkan pastinya.
Lalu, sebelum memutuskan menjual website Anda, sebaiknya perlu Anda ketahui berapa sih harga website Anda di pasaran.
Caranya?
Ini dia:
Iseng-iseng berkelana menjelajahi blog kawan-kawan saya, akhirnya saya menemukan artikel tentang cara mengetahui harga web/blognya.Langsung saja saya mencobanya, dan didapatkan hasil sebagai berikut:
Weew, harga blog saya www.fazword.blogspot.com ternyata masih segitu -____-
Itu kan dalam dolar Amerika, tapi kalo dirupiahkan dengan kurs Rp9500/USD, maka menjadi : Rp35.234.360,00-
Waah, banyak juga ya :D
Namun, untuk blog saya yang satunya lagi yaitu: budayasasak.blogspot.com, saya mendapatkan nilai harganya sebagai berikut:

Lebih banyak ya :D.. 
Memang, karena blog saya yang ini sudah lebih lama saya kelola dan luncurkan alias lebih tua.

Akan tetapi, Saya tidak tau apakah usia web/blog mempengaruhi, tapi yang pasti adalah rating dan ranking web/bloglah yang paling menentukan harganya.

Nah, kalo teman-teman mau tau juga berapa harga/nilai web/blognya, coba saja. Klik saja banner di atas, itu bukan Refferal atau program Ads kok, jadi tak ada jebakan betmen. :D

Terima Kasih






Want more fun? Just do follow me on Twitter: @Fazword

Tuesday, February 7, 2012

Pare, The English Paradise Part 1

Wow, Wow......
That was what I said when I stood on Javanese land for thw first time. And, Do you know where was it?
Yeaa, this was in Pare, Kediri, East Java.
And, this is the story with full chronology:
FEE Center Students Friendship
Holiday Transition between 2nd to 3rd Semester in Senior High School, it was on July 2009, My School SMAN 1 Praya helded an English holiday program in Pare, Kediri, East Java. It was for 2 weeks there. I asked to my parents, was I permitted to joined it?. They said that they allowed me and would gave me money to paid the fee. I was so happy to heard that and directly paid the fee when the money given to me.
The participants were so many, it was about 60 person. Most of us were students of first and second year and added by 10 teachers as our beadle. We departed from our school by two buses, so it was by land and spent 26 hours to be arrived in the location. What an exhausting journey.
In Pare, we studied at an English course institute that named as Future English Education Center or FEE Center. The chief of the institute was so friendly, his name is Mr. Abdul Malik, he welcomed us when we arrived and guided us very well for the course. And also our tutors were young and friendly, it made me and friends enjoyed the course. Beside the dormitory, there was a bicycle rental, it was in Miss Ocha's Canteen. I rented one by Rp 20.000 for two weeks. By this bicycle, We could go around Pare and visited some places that were so famous there, like Garuda Park, and Alun-Alun Pare.
Miss Ocha's Canteen
We stayed  at 4 houses as dormitory, two houses each for male and female. For me and most of male students lived in Al Kautsar Dormitory. 
Al Kautsar
Women's Dorm
In studying process, we were divided into four classes that named like country name, for example my class was named as Australian class, and others were American, England, and the last one, was….  I forget it. We did not studied inside classroom, but we studied in the plaza of our dorm and also in our private room with our private tutor.
In D'Class


In D'Class
 We were very happy because the studying method was consisted of game and full speaking while studying grammar. It didn’t make us boring, but made us enjoy the studying.
In the last 3 days there, we bought some goods that we brought home as souvenir. Some of my friends bought special pare t-shirt, handy craft, English literature books, and some bought Pare exclusive food. For me, I bought t-shirt, four small bottles of honey, and some English literature.
And the last was tearful moment when we had to left them and returned to Lombok, So sad because maybe that was our last met and we didn’t know when we can meet again… I miss them, Mr Malik, Mr Faizin, Ms. Fitri, Mr. David, Mr. Aris and all of Pare, Pare Never Ending. I hope sometime I can return there again.
Mr. Aris (back view), Ms. Eni and Mr. Faizin


Ms. Eni (left) and Ms. Fitri (right) with two of my friends


Mr. Faizin (Left) and Mr. David (right)
That's all for the part 1, I'll continue telling you in the next part.
Part 2 is about the living there. So, keep monitoring for the update.

Thank You 









Want more fun? Just do follow me on Twitter: @Fazword

Wednesday, January 11, 2012

Liburan Tanpa Kegiatan, No Way!

Apa yang teman-teman pikirkan ketika masa liburan sekolah/kerja tiba? Pasti sesuatu yang menyenangkan bukan? Itu adalah hal yang lumrah dan wajar terjadi. 

Namun, apa yang terjadi jika liburan itu ternyata tidak teman-teman manfaatkan untuk melakukan suatu kegiatan? Atau dengan kata lain, liburan hanya diam di rumah atau melempem di kamar. Hal tersebut tentu saja sangat membosankan, dan banyak menyebabkan beberapa akibat negatif bagi diri sendiri. Berikut beberapa di antaranya yang umumnya saya rasakan jika liburan tanpa kegiatan, dan mungkin itu juga teman-teman rasakan juga, ini dia:
1. Galau

Tentu saja hal ini saya rasakan. Kenapa tidak jika memang melempem terus di dalam kamar. Saat ini saya sedang dalam masa liburan kuliah, namun karena tidak adanya kegiatan akhirnya jadi Galauers juga jadinya. Lalu apa sebenarnya yang mengundang galau itu di saat melempem begini? Menurut saya adalah karena seseorang seperti saya yang melempem dalam kamar ini umumnya pasti akan sendirian, namanya juga melempem, selain itu karena sendirian itu mempengaruhi perasaan seseorang dimana sendiri itu membuat gelisah, gusar, dan akhirnya galau.
2. Stress
Stress akan menjadi hal yang wajar setelah galau, iya bukan?
Galau memang sangat akrab dengan stress, dan memang umumnya setelah galau yang terjadi adalah stress. Stress gara-gara tak ada kegiatan memang sangat besar kemungkinan terjadinya. Karena organ-organ tubuh menjadi pasif, apalagi yang sebelumnya adalah seseorang yang giat/sibuk lalu tiba-tiba tidak melakukan aktivitas, maka organ-organ tubuh akan menjadi stress karena itu bukan kebiasaannya.
3.Sakit Flu
Nah, kenapa saya masukkan flu sebagai salah satu akibat liburan tanpa kegiatan? Karena saya sendiri mengalaminya :D
Tapi, dari segi medis kedokteran hal ini memang wajar saja terjadi. Liburan tanpa kegiatan, tanpa bergerak/beraktivitas sesungguhnya sedang menurunkan imunitas tubuh seseorang. Beraktivitas sehari-hari apalagi pagi dan sore dapat dikategorikan sebagai olahraga yang sudah barang tentu meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh. 
Nah, sekarang teman-teman pasti sudah tahu kenapa flu bisa terjadi karena liburan tanpa kegiatan.

Dari sekian banyak akibatnya, hanya 3 hal di atas yang selalu setia menghinggapi saya jika liburan tanpa kegiatan ini.Sekarang, saya telah "trauma" untuk liburan tanpa satupun kegiatan berarti, saya bertekad untuk menjauhinya. Bagaimana dengan teman-teman?

Jika masih sulit, berikut saya beberkan beberapa kiat-kiat yang sering saya lakukan untuk mengisi liburan:
- Sebulan sebelum masa liburan datang, susunlah rencana liburan yang tentu saja akan bermanfaat sebagai list kegiatan yang akan dilakukan nanti;
- Jika terlanjur belum menyusun rencana, sebaiknya teman-teman tetap menyusun rencana meskipun harus kilat, karena sebaik-baik kegiatan akan terlaksana jika telah terjadwal;
- Memasuki masa liburan, laksanakan rencana itu, usahakan semuanya tercapai. Namun menurut saya, karena telah teman-teman rencanakan maka kemungkinan terlaksana semuanya pasti akan besar;
- Usahakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan waktu aktivitas yang biasanya teman-teman lakukan saat masa kerja/sekolah, karena itu tadi bahwa saraf dan organ tubuh telah terbiasa bekerja saat itu. Hal ini untuk menghindari stress otot dan saraf;
- Saya sarankan agar kegiatan-kegiatan yang teman-teman laksanakan hendaknya memiliki efek reward sebagai pelecut terlaksananya sekaligus memberikan efek psikologis bahagia bagi diri teman-teman;
- Yang terakhir yang perlu teman-teman ingat, implementasikan kegiatan-kegiatan tersebut untuk keakraban dan kebahagiaan bersama keluarga tercinta, karena bagaimanapun aura keluarga harmonis dan bahagia akan menyalurkan energi positif ke dalam diri yang akan berefek pada meningkatnya produktivitas kerja nanti ketika telah masuk kerja/kuliah.

Nah, mudah bukan menghindari yang namanya galau, stress, maupun sakit karena liburan tanpa kegiatan. Teman-teman tinggal mengikuti tips-tips di atas meskipun itu tentu saja relatif dan berbeda-beda bagi masing-masing orang.

Selamat Mencoba dan Happy Holiday.
Terima Kasih




Sumber gambar:



Want more fun? Just do follow me on Twitter: @Fazword